cara merawat mata dan mengurangi risiko gangguan penglihatan akibat radiasi layar komputer

cara-merawat-mata-dan-mengurangi-risiko-gangguan-penglihatan-akibat-radiasi-layar-komputer
cara merawat mata dan mengurangi risiko gangguan penglihatan akibat radiasi layar komputercara-merawat-mata-dan-mengurangi-risiko-gangguan-penglihatan-akibat-radiasi-layar-komputer

Mata adalah anugerah dari Allah SWT yang harus di syukuri sehingga bisa melihat keindahan atas segala ciptaan Nya , bagaimana cara mensyukuri nikmat atas kedua mata kita, tentunya dengan menjaga dan merawat mata dengan sebaik-baiknya.Untuk sebagian orang yang berprofesi sebagai pekerja kantoran atau orang yang kesehariannya bergelut dengan komputer  tentu aktivitas selalu melototi / memandang layar komputer. 


Tahukah Anda, terlalu lama memandang layar komputer bisa mengalami gangguan penglihatan yang mengakibatkan mata lelah, mata berkedut, mata tegang, dan bahkan penurunan produktivitas kerja. Untuk mengurangi risiko gangguan penglihatan akibat bekerja dengan komputer terlalu lama  tentunya sobat perlu wajib tahu langkah-langkah apa saja yang sobat harus lakukan

Berikut adalah langkah-langkah cara mengurangi risiko gangguan penglihatan akibat radiasi layar komputer:

1. Atur posisi tubuh. Aturlah jarak mata dengan layar monitor sejauh 50-60 cm dengan posisi tengah layar berada kira-kira 10-15 derajat di bawah mata. Jika Anda mengetik dari sumber buku atau kopian halaman, taruhlah di samping layar monitor dengan penjepit kertas khusus sehingga pergerakan pandangan mata lebih nyaman.



cara mencegah dan mengatasi batuk pilek pada anak kecil balita

cara-mencegah-dan-mengatasi-batuk-pilek-pada-anak-kecil-balita
cara mencegah dan mengatasi batuk pilek pada anak kecil balitacara-mencegah-dan-mengatasi-batuk-pilek-pada-anak-kecil-balita

Melihat si kecil sakit batu dan pilek tentu para orang tua merasa cemas , apalagi di sertai tangisan anak rewel rasanya pasti khawatir dan gelisah . 

Jika terjadi demikian para orang tua jangan panik , mulailah dengan mengecek dulu apakah penyakit tersebut disebabkan bakteri atau virus.

Bila pemicunya adalah virus, tidak dibutuhkan antibiotika. Antibiotika baru dibutuhkan jika penyebab batuk pilek anak balita ( bayi ) adalah bakteri.

Dalam menentukan obat batuk pilek anak yang tepat bagi anak balita ( bayi ) si kecil tentunya ada beberapa cara untuk memilih obat batuk pilek:

- Pilihlah obat batuk pilek sirup yang kandungan dan fungsinya lengkap


- Pilih obat batuk yang enak setelah diminum


- Harga terjangkau.

Ada beberapa hal istilah yang perlu diketahui saat membaca label obat si kecil tentang manfaat dan kegunaan zat yang terkandung dalam obat batuk pilek anak:



rahasia keajaiban dan keutamaan manfaat shalat subuh berjamaah

rahasia-keajaiban-dan-keutamaan-manfaat-sholat-subuh-berjamaah
rahasia keajaiban dan keutamaan manfaat sholat subuh berjamaahrahasia-keajaiban-dan-keutamaan-manfaat-sholat-subuh-berjamaah

Shalat Subuh adalah salah satu shalat fardhu ( shalat wajib )  dari shalat lima waktu yang dilakukan pada saat fajar sampai menjelang matahari terbit.

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

Padahal banyak keutamaan dan rahasia sholat subuh yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat subuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalkan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat subuh karena aktivitas tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)