Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Gambar Produk 1
Jasa Desain Kaos, Desain Batik , LOGO dan desain grafis lainya
Email : mastertracer69@gmail.com

Macam-Macam Tingkatan Nafsu Manusia Menurut Islam Dan Al Quran

macam-macam-tingkatan-nafsu-manusia-menurut-islam-dan-al-quran
Macam-Macam Tingkatan Nafsu Manusia Menurut Islam Dan Al Quran

Nafsu memliki pengertian secara harfiah adalah keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Nafsu secara secara ilmu tasawuf adalah bagian elemen jiwa yang mendorong pada tabiat amal baik dan tabiat amal buruk .Setiap manusia yang diciptakan oleh Allah Ta’ala mempunyai akal dan nafsu. Jika akal manusia mampu menguasai atau mengendalikan nafsunya maka nafsu akan mengarahkan kepada kebaikan disebut jenis nafsu yang baik, tetapi jika nafsu manusia mampu menguasai atau mengendalikan akalnya maka nafsu akan mengarahkan kepada keburukan / kejahatan disebut jenis nafsu yang buruk (jahat ).

Maka jenis nafsu seperti inilah yang akan melahirkan orang yang pandai yang jahat, orang bodoh yang jahat, pemimpin yang jahat dan pendidik yang jahat. Ini sangat membahayakan kepada kehidupan manusia. Sebab itu nafsu perlu dikenali tahap-tahapnya dan tingkatannya. Nafsu secara fitrahnya berwatak jahat, kalau dibiarkan maka nafsu akan tetap jahat.

Macam-macam tingkatan Nafsu menurut islam dan Al Quran dan cara mengendalikannya:

Mengetahui nafsu (dan sifat-sifatnya) itu salah satu sebab dan syarat makrifat/mengenal kepada Alloh.

Sebab Rosululloh saw. Bersabda :

من عرف نفسه فقد عرف ربه siapa yang bisa mengetahui/mengenal nafsunya maka dia bisa mengenal Tuhannya (makrifat billah)
Para ulama’ ahli tasawwuf berkata :

( 1). والجهل با لله حرام ومعرفة الله واجب

Bodoh (tidak mengenal) Alloh itu hukumnya haram, dan makrifat (mengenal) Alloh itu hukumnya wajib. (Ket kitab متممات جامع الاصول hal 228)

(2). اعلم ان معرفة النفس فرض عين لكل فرد من افراد الإنسان لأن معرفة الرب موقوفة على معرفة النفس لقوله عليه الصلاة والسلام 
“من عرف نفسه فقد عرف ربه”.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya manusia, sebab mengenal Tuhan itu syaratnya harus mengenal nafsunya. Karena Nabi telah bersabda : barang siapa mengenal nafsunya maka ia bisa mengenal Tuhannya. (Ket kitab متممات جامع الاصول صحيفه hal 230).

Apakah nafsu itu ?
Nafsu ialah jisim(bentuk) yang halus yang diciptakan oleh Alloh dua ribu tahun sebelum Alloh menciptakan jasad. Adapun jisim tersebut sebelum berhubungan/bertemu dengan jasad itu disebut Ruh, dan ketika bertemu/berhubungan dengan jasad disebut Nafsu, Ruh sebelum mengenal apa-apa (selain Alloh), Ruh itu selalu Istifadhoh dihadapan Alloh tanpa perantara,. Adapun Nafsu berhubung sudah berkumpul pada jasad lalu bisa mengenal selain Alloh, yang menyebabkan lupa dan jauh dengan Alloh, dan menjadikan hijab untuk wushul /Musyahadah kepda Alloh, Istifadhoh minalloh dan ma’rifat billah. Apabila Nafsu sudah seperti itu maka membutuhkan beberapa peringatan(pengobatan) seperti memperbanyak dzikir, Tawajjuh, Mujahadah,Muroqobah dan mauidhoh hasanah, supaya segera ingat dan taqorrub kepada Alloh, bisa wushul, Musyahadah, makrifat dan Istifadhoh minalloh.

Allah SWT berfirman :

“وذكر فان الذكري تنفع المؤمنين”

“ Hai Muhammad ingatkan( berilah peringatan pada umatmu), sebab peringatan itu bermanfaat pda orang-orang yang beriman.” ( Surat Az-Zariyat Ayat 55 )

NAFSU MANUSIA ADA TUJUH

(1). النفس الامارة Nafsul-amaroh.

Yaitu: Nafsu yang selalu memerintahkan kejelekan. Alloh telah berfirman dalam Al-qur’an :
وان النفس لامارة بالسوء
Sesungguhnya nafsu itu selalu perintah kepada kejelekan

Adapun sifat-sifatnya diantaranya:
1. البخلBakhil.
2. الحسد Dengki.
3.الجهل Bodoh.
4. الكبر Sombong.
5. الغضب Marah.
6. الحرص Sangat cinta dunia (grangsang).
7. الشهوة Senang melakukan perkara jelek/hina.

Adapun warna sinar/cahayanya yaitu biru, Tempatnya di tengah-tengah.
Antara kedua alis mata(latifah nafs) لطيفة النفس . Sehingga orang ahli thoriqoh menggunakan lathifah-lathifah untuk dzikir Alloh (الله الله الله ) supaya lathifah penuh dengan Nur Ilahiyyah, penuh hidayah, Inayah dan mendapat rahmat dari Alloh, sehingga sifat-sifat madzmumah(tercela) yang bertempat pada lathifah bisa terusir dan sirna, dan diganti dengan sifat-sifat Mahmudah(terpuji).

(2). النفس اللوامه Nafsu Lauwamah.

Yaitu : Nafsu yang selalu menyesali (maido) setelah melakukan maksiat/dosa. Alloh berfirman : “لا اقسم بيوم القيامة ولا اقسم بالنفس اللوامة” “Aku bersumpah demi hari qiyamat, dan aku bersumpah dengan Nafsu yang amat menyesali dirinya sendiri.{ Maksudnya: bila ia berbuat kebaikan ia juga menyesal kenapa ia tidak berbuat lebih banyak, apalagi kalau ia berbuat kejahatan }”

Adapun sifat sifatnya itu banyak, diantaranya :
1. اللوم Menyesal
2. الهوي Mengikuti kesenangannya.
3. المكر Menipu.
4. الغيبة Menggunjing(Ghibah).
5. الرياء Riyak(pamer).
6.الظلم Aniaya(dholim).
7. الغفلة Lupa(pada Alloh).
8. الكذب Bohong.
9.العجب Ujub(membanggakan amalnya).
Dan lain-lainnya.

Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Lauwamah yaitu Kuning. Tempatnya dibawah susu kiri kira-kira dua jari,( لطيفه القلب Lathifah Qolbi). Keterangan:

النفس اللوامة اى النفوس الشريفه التي لاتزال تلوم نفسها في الدنيا والاخرة فاذا اجتهد في الطاعة تلوم نفسها على عدم الزياده واذا قصرت تلوم نفسها على التقصير (Nafsu lauwamah yakni nafsu yang mulia, yang tidak habis-habisnya untuk menyesali dirinya sendiri, didalam masalah dunia dan akhrat. Sebab nafsu ini ketika semangat beribadah/taat, ia menyesal karena merasa kurang banyak ketaatannya, apalagi ketika ia berbuat dosa.(ket, Kitab تفسير منير juz 2, hal 414).

(3). ألنفس الملهمة Nafsu Mulhimah,

Yaitu Nafsu yang selalu mendapat ilham supaya berbuat menunaikan kebaikan. Alloh berfirman: ونفس وما سواها. فألهمها فجورها وتقواها “dan nafsu serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Alloh mengilhamkan kepada nafsu itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”.

Adapun sifa-sifat nafsu Mulhimah itu banyak sekali, diantaranya :
1.السخاوة Dermawan(loman)
2. القناعة Qona’ah(menerima).
3. التوبة Taubat.
4. التواضع Tawadhu’(merendahkan diri).
5. الصبر Sabar(tahan uji).
6. التحمل Mempertahankan(mbetah-mbetahke).
7. الحلم Lemah lembut(murah hati). Dan lain-lainnya.

Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Mulhimah yaitu merah. Tempatnya dibawah susu kanan kira-kira dua jari,( لطيفه الروح lathifah Ruh).


(4). النفس المطمئنة Nafsu Mutmainnah

Yaitu nafsu yang sudah tenang, tentram dan selamat dari sifat-sifat madzmumah (tercela). Allah SWT berfirman :
يا ايتها النفس المطمئنة ارجعي الى ربك راضية مرضية
Hai jiwa/nafsu yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Adapun sifa-sifat Nafsu Mutmainnah itu banyak sekali, diantaranya :
1.الجود Memberi(lomo).
2. التوكل Tawakkal(berserah diri kepada Alloh).
3. العبادة Ibadah (menghamba kepada alloh dengan ikhlas).
4. الشكر berSyukur (kepada Alloh).
5. الرضى Ridho(terhadap semua kehendak Alloh).
6. خشية Takut kepada Alloh. Dan lain-lainnya.

Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Mutmainnah yaitu putih. Tempatnya diantara dada dan susu kiri kira-kira dua jari, (لطيفة السرlathifah sirri).

Keterangan:
النفس المطمئنة: هي التي لا يستفزها خوف ولا حزن وهذه الخاصة قد تحصل عند الموت عند سماع البشارة من الملائكة وتحصل عند البعث وعند دخول الجنة بلا شك
Nafsu Mutmainnah ini nafsu yang tidak terpengaruh dengan perkara-perkara yang menakutkan atau menyusahkan, khususiyyah ini terkadang muncul ketika mati, dan mendapat kabar gembira dari malaikat, terkadang muncul ketika dibangkitkan dari kubur, dan terkadang muncul ketika masuk surga.( Ket kitab تفسير منير juz 2 hal 446).

(5). النفس الراضية Nafsu Rodhiyah

Yaitu : Nafsu yang sudah Ridho terhadap semua ketentuan dan kehendak Alloh dalam segala hal.
Dalam al-qur’an disebutkan “ ارجعي الى ربك راضية . Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas.” yakni ridho dengan semua ketentuan Alloh. Atau juga firman Alloh : ورضوا عنه “dan mereka sama ridho dengan ketentuan Alloh” yakni orang-orang yang mempunyai sifat khosyah/taqwa kepada Alloh mendapat balasan dari Alloh, sehingga jiwa/nafsunya puas dan ridho terhadap semua ketentuan Alloh.

Adapun sifa-sifat Nafsu Rodhiyah itu banyak sekali, diantaranya :
1.الذكر Dzikir(ingat kepada Alloh).
2. الاخلاص Ikhlas(hanya kepada Alloh).
3. الوفاء Wafa’( Menepati janji).
4. الورع Waro’(menjaga dari perkara syubhat terlebih yang haram).
5. الزهد Zuhud(meninggalkan senang dunia dan merasa cukup dengan yang halal walupun sedikit). 6.الكرامات Karomah( kemuliaan). 7. العشق Rindu kepada Alloh. Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Rodhiyah yaitu hijau. Tempatnya seluruh badan lahir batin (لطيفة القالب/سرالسر lathifah Qolab /Sirru-sirri).

(6). النفس المرضية Nafsu Mardhiyyah

Yaitu : nafsu yang sudah mendapatkan keridhoan dari Alloh. Dalam al-qur’an disebutkan : ارجعي الى ربك راضية مرضية “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya”. Yakni : sowan /menghadapnya kepada Alloh sudah diridho oleh Alloh. Atau firman Alloh : رضي الله عنهم “Alloh benar-benar telah ridho kepda mereka( orang-orang yang mempunyai sifat khosyah dan taqwa kepada Alloh), sehingga nafsunya menjadi nafsu yang Mardhiyyah.

Adapun sifa-sifat Nafsu Mardhiyyah itu banyak sekali, diantaranya :
1. حسن الخلق Baik budi pekertinya.
2. اللطف بالخلق Belas kasih kepada semua makhluk.
3. ترك ما سوى الله Meninggalkan semua perkara selain Alloh.
4. التقرب الى الله Taqorrub, mendekatkan diri kepada Alloh. 5.التفكر فى عظمة الله Berfikir tentang keagungan Alloh.
6. الرضى بما قسم الله Ridho dengan pembagian dari Alloh. Dan lain lain. . Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Mardhiyah yaitu hitam. Tempatnya antara susu kanan dan dada, kira-kira dua jari,( لطيفة الخفيlathifah khofy).


(7). النفس الكاملة Nafsu kamilah

Yaitu: Nafsu yang sudah bersih dari semua sifat-sifat madzmumah(tercela), dan sempurna sifat-sifat kebaikannya, dan juga welas asih kepada semua makhluk. Nafsu ini juga disebut nafsu shofiyyah (نفس صافية ). Nafsu Kamilah termasuk golongan orang-orang sholihin dan diberikan Musyahadah kepada Alloh didunia dan di akhirat.

Alloh berfirman dalam Al-qur’an :
فادخلي في عبادي وادخلي جنتي.
(hai nafsu kamilah) Masuklah kamu didalam golongan hamba-hambaku (yang sholihin), dan masuklah kamu dalam surgaku”. (keterangan).
Firman Alloh (فادخلي في عبادي) itu ditafsiri dengan :
(اى مع الصالحين) وادخلي جنتي (اى مع الصالحين لتفوزي بالنعيم المقيم الى ان قال وادخلي جنة شهودى فى الدنيا ما دامت فيها وهي الجنة المعجله. وجنة الخلود فى العقبى وهذا النداء الواقع فى الدنيا يسمعه العارفون اما فى المنام او بالالهام .

Pengertian tafsir ini yaitu apabila nafsu sudah menjadi nafsu kamilah, karena sifat-sifatnya yang baik dan sempurna, maka Alloh dawuh dan memerintahkan supaya nafsu itu masuk kedalam golongan orng-orang yang sholih, dan masuk kedalam surganya Alloh.

Adapun surga itu ada dua macam :
1. Surga didunia yaitu berupa Musyahadah ila-lloh.
2. Surga diakhirat yang kekal. Panggilan dan pernyataan Alloh (dalam ayat diatas) itu bisa didengar oleh semua orang yang sudah Makrifat bi-llah, ada yang lewat mimpi dan ada pula yang melalui ilham. ( ket, dari kitab حاشبة الصاوى juz 4, hal 318).

Adapun sifa-sifat Nafsu Kamilah itu banyak sekali, diantaranya :
1. علم اليقين ‘ilmul yaqin.
2. عين اليقين ‘ainul yaqin.
3. حق اليقين Haqqul yaqin.
4. العزلة ‘uzlah (menyendiri dari maakhluk).
5. الصمت Diam(dari perkataan yang jelek).
6. الصدق Sidq(jujur).
7. الاعانة Membantu pada makhluk.
8. الامتثال لاوامر الله Memenuhi semua perintah Alloh. Dan lain lain. Adapun nafsu kamilah tidak mempunyai warna cahaya yang khusus, karena mengandung antara enam warna cahaya nafsu yang tersebut diatas.. Tempatnya di tengah-tengah dada (لطيفة الاخفى lathifah Akhfa).

(Keterangan dari kitab الفيوضات الربانيه hal 34-38. Dan kitab قطر الغيث hal 5).

Dalam kitab Tanwierul-qulub hal 465. Diterangkan :

{1}
والنفس: هي جوهر مشرق على البدن فان اشرق على ظاهر البدن وباطنه حصلت اليقظة وان اشرق على باطن البدن دون ظاهره حصل النوم وان انقطع اشراقه بالكلية حصل الموت
“Nafsu yaitu: jisim(bentuk) halus yang bisa menyinari badan lahir dan batin maka akan menimbulkan terjaga(melek/tidak tidur). Apabila menyinari battin saja, maka akan menimbulkan tidur. Apabila terputus keseluruhan(tidak menyinari lahir batin), maka akan menimbulkan kematian.”
{2}
واصل كل معصية وغفلة وشهوة وشرك هو الرضا عن النفس. واصل كل طاعة ويقظة وعفة ومشاهدة عدم الرضا عنها

Asal usul/pokok dari pada kemaksiatan, ghoflah (lupa pada Alloh), syahwat (kesenangan), dan kemusyrikan itu sebab ridho dengan hawa nafsu. Dan asal usul/ pokok daripada ketaatan, terjaga (melek), terhindar dari barang haram, syubhat dan makruh, dan musyahadah (melihat Alloh), itu sebab tidak adanya ridho dengan nafsu.
Firman Alloh :
واما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى فان الجنة هي المأوي
Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.
Rosululloh saw. Bersabda:
لا يؤمن احدكم حتى يكون هواه تابعا لما جئت به
tidak sempurna iman seseorang kecuali hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa(yang dibawa nabi yaitu syari’at islam). Ket تفسير صاوي juz 4 hal 286.
{3}
فحينئذ لاشئ انفع للعبد من تهذيب نفسه. ولها باعتبار تاثرها بالمجاهدات سبع مرات
Maka dari itu tidak ada perkara yang lebih bermanfaat bagi hamba, kecuali membersihkan nafsunya. Dan untuk membersihkan nafsu supaya bisa berhasil, sebaiknya melalui mujahadah tujuh yang akan diterangkan selanjutnya.

MUJAHADAH DAN CARA MENGOBATI NAFSU

المجاهدة وعلاج الانفس السبعة
Mujahadah menurut arti bahasa, yaitu Perang. Menurut arti syariat yaitu memerangi musuh Alloh, akan tetapi menurut arti istilah ulama’ ahli thoriqot/Haqiqot yaitu memerangi hawa nafsu, terutama nafsu Ammaroh.
Rosululloh saw. Bersabda : المجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله “orang yang berjuang (perang sejati) yaitu, orang yang perang melawan hawa nafsunya didalam masalah taat kepada Alloh.”
Bahkan berperang melawan hawa nafsu, menurut Nabi disebut perang yang agung/besar, tentu balasannya juga besar.

Rosululloh bersabda :
قد رجعنا من الجهاد الاصغر الى الجهاد الاكبر قالوا وما الجهاد الاكبر يا رسول الله ؟ قال جهاد النفس
Sebenarnya kita pulang dari perang kecil dan menuju ke perang yang besar, lalu para sahabat bertanya : perang besar apalagi ya Nabi? Nabi saw. Menjawab : perang besar yaitu perang melawan hawa nafsu
Sebaiknya para rekan yang mengamalkan Thoriqoh, supaya melakukan mujahadah, sebab mujahadah itu termasuk penyebab wushul ila-lloh yang agung. Syeih dhiya’ud-din Ahmad Mustofa berkata : والمجاهدة فى الله من اعظم اسباب الوصول الى الله “Mujahadah karena Alloh itu termasuk penyebab wushul ila-lloh yang paling besar.” Ket, kitab متممات جامع الاصول hal 221.

Syeih Abu Ali Ad-Daqoq berkata :
من زين ظاهره بالمجاهدة حسن الله سرائره بالمشاهدة واعلم ان من لم يكن فى بدايته صاحب مجاهدة لم يجد من هذه الطريقة شمعة تنير له الطريق
Barang siapa menghias angota lahirnya dengan mujahadah, maka Alloh memperbaiki anggota batinnya (hatinya) dengan Musyahadah. Ketahuilah, sesungguhnya orang yang pada tingkat permulaannya tidak mujahadah, maka pelaksanaan thoriqohnya tidak akan menemukan penerang/nur, yang menerangi jalan menuju Alloh (wushul ila-lloh)”. Ket, kitab رسالة القشيريه hal 98.
Syeih Abdul Qodir al-Jilani ra. Berkata :

وقال الشيخ عبد القادر الجيلاني رضي الله عنه
قال لي ربي بطريق الالهام والكشف المعنوي
يا غوث الاعظم ” المجاهدة بحر من المشاهدة وحيتانه الواقفون فمن اراد الدخول فعليه باختيار المجاهدة لان المجاهدة بذر المشاهدة
يا غوث الاعظم طوبي لعبد مال قلبه الى المجاهده وويل لعبد مال قلبه الى الشهوات
يا غوث الاعظم اذا اردت ان تنظر الي في محل فاختر قلبا فارغا عن سوائى

(1). Alloh swt sudah dawuh kepadaku melalui ilham dan mukasyafah : Hai Wali Ghouts yang agung, Mujahadah itu sebagai lautannya Musyahadah. Adapun ikan-ikannya yaitu orang-orang yang hatinya wukuf (berhenti) di hadapan Alloh. Dan barang siapa ingin masuk ke lautan Musyahadah, maka harus menempuh cara mujahadah, karena mujahadah itu sebagai bibitnya musyahadah.
(2). Hai wali Ghouts yang agung , sangatlah beruntung orang yang hatinya condong/ingin sekali mujahadah, dan celaka bagi orang yang hatinya condong kepada kesenangan .
(3). Hai wali Ghouts yang agung, apabila engkau ingin melihat aku pada suatu tempat, maka usahakan untuk mengkosongkan hati dari selain Aku.

Bagaimana cara Mujahadah nafsi (memerangi hawa nafsu kita) ?
Menurut keterangan dari kitab Tanwierul-qulub karya Syeih Muhammad Amin Al-Kurdy An-Nasyabandy ra. Hal 467. Tentang cara melawan hawa nafsu itu banyak sekali bisa melalui : Dzikir, Sholat, Puasa,Shodaqoh


Demikian macam-macam tingkatan Nafsu manusia menurut islam dan Al Quran dan cara pengobatannya